MAKALAH
MATEMATIKA & ILMU ALAMIAH DASAR
Dosen : Nita Sri Handayani
1PA21
Nama Anggota Kelompok :
1. Fatin Nabilah (12518598)
2. Mark Kevin Joshua (13518997)
3. Nathalia W. Purba (15518225)
4. Priskila Theresia Novianty (15518604)
5. Wilhelmina Cesilia Dura (17518343)
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018/2019
A. PERKEMBANGAN SEKSUAL
& ASEKSUAL
Pengertian
Reproduksi hewan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu
secara seksual dan aseksual. Perkembangbiakan aseksual terjadi tanpa peleburan
sel kelamin jantan dan betina. Perkembangbiakan aseksual umumnya terjadi pada
hewan tingkat rendah atau tidak bertulang bekakang (avertebrata) dan sebagian
kecil vertebrata. Perkembangbiakan seksual terjadi pada hampir seluruh
tingkatan hewan. Perkembangbiakan tersebut melibatkan alat kelamin jantan dan
alat betina dan ditandai oleh adanya peristiwa pembuahan (fertilisasi).
1. Perkembangbiakan Seksual
Perkembangbiakan seksual dapat terjadi karena hewan
memiliki gamet atau sel reproduktif yang mengalami meiosis dan menghasilkan sel
dengan setengah jumlah kromosom, yaitu spermatozoa pada jantan dan ovum pada
betina. Kedua sel tersebut dapat menyatu membentuk zigot untuk membentk
individu baru. Zigot pada awalnya berkembang menjadi sel berbentuk bola dengan ruang kosong di dalamnya, yang disebut dengan blastula. Blastula
pada sebagian besar hewan mengalami differensiasi membentuk berbagai jenis sel. Namun pada hewan spons, blastula
mampu berenang untuk mencari tempat yang baik
untuk tumbuh dan berdiferensiasi menjadi terumbu karang yang baru. Blastula
lalu berkembang menjadi gastrula dengan ruang yang akan menjadi saluran
pencernaan, dan lapisan ektoderma dan endoderma. Pada hewan tingkat tinggi,
mesoderma terbentuk di antara keduanya. Lapisan- lapisan ini lalu
berdiferensiasi membentuk jaringan dan organ
tubuh.
·
Contoh :
- Amoeba (Membelah diri)
- Paramaecium
(Membelah diri)
-
Euglena (Membelah
diri)
- Cacing Planaria (fragmentasi)
-
Hydra (Pembentukan
tunas)
- Plasmodium
(Pembentukan spora)
2. Perkembangbiakan Aseksual
Beberapa jenis hewan juga mampu melakukan reproduksi
aseksual yang dapat terjadi secara parthenogenesis di mana telur dapat dibuahi
tanpa melalui persetubuhan. Hiu martil dan hiu Carcharhinus limbatus diketahui
mampu melakukan partenogenesis. Pada reptil, Boa constrictor mampu melakukan
partenogenesis. Hewan dari filum Rotifera kelas Bdelloidea hanya memiliki satu
kelamin sehingga semua perkembangbiakan terjadi secara aseksual.
Keistimewaan dari bentuk reproduksi ini memungkinkan mereka
mampu membentuk protein jenis baru yang membuat mereka bertahan dari dehidrasi.
Penelitian genetika terhadap serangga dari genus Timema memperkirakan bahwa
mereka pernah menjalankan partenogenesis eksklusif tanpa perkembangbiakan
seksual selama satu juta tahun.
·
Contoh :
- Cacing Pita
- Cacing Tanah
-
Serangga
Contoh Mengenai Perkembangbiakan
Secara Seksual & Aseksual
1.
Perkembangbiakan Seksual
a. Vivipar
Vivipar adalah salah satu cara perkembangbiakan hewan
dengan cara melahirkan. Cara perkembangbiakan ini pada umumnya terjadi pada
mamalia atau hewan menyusui.
b. Ovipar
Ovipar adalah salah satu cara berkembang biakkan hewan
dengan cara bertelur, yang pada umumnya mempunyai ciri-ciri telurnya dierami
sampai menetas. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia Ovipar adalah jenis
reproduksi yg mengakibatkan telur yg dikeluarkan berkembang dan menetas di luar
badan induknya.
c. Ovovivipar
Ovovivipar adalah salah satu cara berkembang biaknya hewan
yaitu dengan cara bertelur dan beranak, embrionya berkembang di dalam telur,
dan telur tetap berada di dalam tubuh induknya sampai telur menetas.
2.
Perkembangbiakan Aseksual
a. Pembelahan Sel
Pembelahan sel adalah suatu proses yang membagi satu sel
induk menjadi dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel biasanya merupakan bagian
kecil dari suatu siklus sel yang lebih besar.
b. Tunas
Tunas atau bertunas adalah bentuk reproduksi aseksual di
mana organisme baru tumbuh pada satu sama lain. Organisme baru tetap melekat
seiring dengan pertumbuhan, memisahkan dari organisme induk hanya ketika
matang. Karena reproduksi adalah aseksual, organisme baru dibuat adalah klon
dan secara genetik identik dengan organisme induk. Sebuah organisme baru tumbuh
dari hasil atau kuncup pada orang tua.
c. Reproduksi Vegetatif
Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup
secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina).
Reproduksi vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan.
d. Fragmentasi
Fragmentasi atau fragmentasi klonal pada organisme multi seluler atau kolonial adalah bentuk
reproduksi aseksual atau kloning dimana organisme memecah diri menjadi fragmen-
fragmen. Masing-masing fragmen ini berkembang menjadi dewasa, tumbuh menjadi
individu dewasa yang merupakan klon dari organisme asli.
e. Sporogenesis
Sporogenesis adalah proses terbentuknya spora haploid yang
berasal dari protoplasdiploid sel
induk spora dengan cara pembelahan meiosis. Dimulai dari pembentukan zygot,
zygotfase dua sel, fase empat sel
dan fase delapan sel, fase
multiseluler menjadi sporogonium mudadan terakhir menjadi sporogonium dewasa.
f. Parthenogenesis
Partenogenesis adalah bentuk reproduksi aseksual di mana
betina memproduksi sel telur yang berkembang tanpa melalui proses fertilisasi.
Partenogenesis dapat kita lihat pada kutu daun, lebah, kutu air, dan beberapa
invertebrata lainnya, juga pada beberapa tumbuhan.
g. Apomiksis
Adalah suatu bentuk reproduksi non-seksual pada tumbuhan
melalui biji. Pada apomiksis, kecambah(-kecambah) muncul dari biji tetapi bukan
berasal dari embrio (lembaga), melainkan dari jaringan maternal (asal tetua betina).
Informasi Terbaru
Tentang Bioteknologi Berkaitan Dengan Pembiakan Seksual & Aseksual
1. Kloning
Kloning adalah kreasi secara aseksual dari suatu sel atau
organisme yang merupakan salinan genetic dari organisme pendahulu. Secara
alamiah kloning telah ditemukan sejak beribu-ribu tahun lalu pada organisme
unisel sampai ke yang multisel. Pemanfaatan kloning dalam aplikasi medik
ditujukan untuk pengobatan, reproduksi, dan replacement.
Walaupun demikian, dalam hal pemanfaatannya masih banyak
ketidak sesuaian pendapat, terlebih lagi bila masalah kloning terkait langsung
dengan nilai-nilai
kemanusiaan, hukum dan etik. Secara umum kloning merupakan se-jumlah
proses yang
dapat digunakan untuk menghasilkan salinan suatu kesatuan
biologik yang secara genetik identik tanpa melalui reproduksi seksual. Bahan
salinan ini disebut klon (clone) dan
mempunyai genetik yang sama dengan asalnya. Kloning pada
hewan dilakukan mula-mula pada amfibi (kodok), dengan mengadakan transplantasi
nukleus ke dalam telur kodok yang dienukleasi.
Sebagai donor digunakan nukleus sel somatik dari berbagai stadium perkembangan.
Ternyata donor nukleus dari sel somatik yang diambil dari sel epitel usus kecebong pun masih dapat membentuk embrio normal. Sejak Wilmut et al.
berhasil membuat klon anak domba
yang donor nukleusnya diambil dari sel
kelenjar susu domba dewasa, maka terbukti
bahwa pada mamalia pun klon dapat dibuat.
Secara definisi, Kloning adalah sekelompok organisme hewan
maupun tumbuh- tumbuhan yang dihasilkan melalui reproduksi aseksual dan berasal
dari satu induk yang sama. Dengan
kemajuan bioteknologi maka terdapat perkembangan pesat dalam kloning
artificial. Keberhasilan melakukan kloning pada mamalia dengan menggunakan sel
non embrionik yang diawali oleh hot issue
Dolly The Sheep; (1997) telah
membuka wawasan penelitian biomolekular dan bioteknologi yang sangat luas.
Penerobosan yang bermakna terjadi pada tahun 1986 dengan
dilakukannya kloning mamalia oleh dua tim peneliti di Inggris (kloning
biri-biri) dan di Amerika (kloning sapi). Walaupun demikian, tidak satupun tim
yang berpendapat bahwa kloning mamalia dapat dilakukan dengan menggunakan sel
somatik dewasa yang telah berdiferensiasi. Tahun 1996 tim peneliti Wilmut et-al
dari Roslin Institute di Scotlandia berhasil melakukan kloning biri-biri dengan
meng-gunakan sel nonembrionik yaitu sel kelenjar mamma biri- biri dewasa, yang
dikenal dengan Dolly The Sheep
Dengan berhasilnya proses kloning tersebut, maka
peneliti-peneliti lainnya berlomba-lomba melakukan kloning dengan menggunakan
berbagai spesies hewan. Perkembangbiakan ternak- ternak superior banyak bergeser dari perkawinan alam kearah
rekayasa reproduksi mulai dari inseminasi buatan (IB), transfer embrio (TE),
invitro fertilisasi (IVF) dan yang terakhir kloning hewan dan ternak. Pada
rekayasa kloning dengan TN, sel donor nukleus baik berupa sel embrionik
maupun sel somatik
telah digunakan baik
dalam bentuk segar
dan beku. Konsep genome resources bank
dan teknologi reproduksi dimana termasuk
di dalamnya aplikasi inseminasi buatan, embrio transfer dan in vitro fertilization telah mulai
dicobakan pada populasi hewan liar pada
sekitar tahun 1990. Perkembangan terakhir dengan tingkat keberhasilan teknologi
reproduksi yang makin baik menyebabkan suatu harapan yang sangat besar bagi
preservasi spesies-spesies hewan langka.
2. Inseminasi Buatan
Teknologi reproduksi adalah ilmu reproduksi atau ilmu tentang pekembangbiakan yang
menggunakan peralatan atau prosedur tertentu untuk menghasilkan suatu produks
(keturunan). Salah satu teknologi reproduksi yang
telah banyak dikembangkan adalah teknik inseminasi buatan.
Inseminsi buatan merupakan terjemahan dari artificial insemination. Yang berarti
memasukkan caira semen (plasmasemen) yang mengandung sel-sel kelamin pria yang
di ejakulasikan pada waktu terjadi kopulasi atau penampungan semen.
Berdasarkan pengertian diatas maka definsi tentang inseminasi
buatan, adalah memasukkan atau menyampaikan semen kedalam saluran kelamin
wanita, dengan menggunakan alat-alat buatan manusia bukan secara alami. Namun
perkembangan lebih lanjut tentang inseminasi tidak hanya mencakup memasukkan
semen kedalam alat reprodukasi wanita tetapi menyangkut juga seleksi
pemeliharan sperma, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan, atau
pengawetan, pengawetan (pendinginan danpembekuan) dan pengangkutan semen,
inseminasi, pencatatan, dan penentua hasil inseminasi pada manusia dan hewan.
B.
GEOGRAFI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Penyebaran makhluk hidup
Biogeografi adalah ilmu
yang mempelajari tentang penyebaran organisme di muka bumi. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah. Dalam biogeografi
dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya
melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi
pengendali penyebaran organisme. Faktor penghalang yang utama adalah iklim dan
topografi. Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme menjadi
pengendali penyebaran organisme. Spesies-spesies berasal dari suatu tempat,
selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengadakan
diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya. Akibat dari hal
tersebut di atas maka di permukaan bumi ini terbentuk kelompok- kelompok hewan
dan tumbuhan yang menempati daerah yang
berbeda-beda. Luas daerah yang dapat
ditempati tumbuhan maupun hewan, berkaitan dengan kesempatan dan kemampuan
mengadakan penyebaran.
Biogeografi mempelajari penyebaran hewan maupun tumbuhan di
permukaan bumi. Ilmu yang mempelajari peyebaran hewan dipermukaan bumi disebut
zoogeografi.Penyebaran hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan
menjadi cakupan geografis, cakupan geologis, dan cakupan ekologis. Cakupan
geografis yaitu daerah penyebarannya meliputi daratan dan sistem perairan.
Cakupan geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan di masa lampau. Cakupan
ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi lingkungan yang sesuai.
Persebaran organisme di bumi dipengaruhi oleh beberapa Faktor sebagai berikut:
1) Lingkungan
Dua faktor lingkungan utama yang berpengaruh
terhadap persebaran makhluk
hidup adalah faktor fisik (abiotik)
adalah iklim (suhu, kelembaban
udara, angin), air, tanah, dan
ketinggian permukaan bumi, dan yang termasuk faktor non fisik (biotik) adalah
manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
a) Faktor Abiotik
·
Iklim
Faktor iklim yaitu keadaan suhu, kelembaban udara dan angin
sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap makhluk di dunia. Faktor
suhu udara berpengaruh terhadap
berlangsungnya
proses pertumbuhan fisik tumbuhan.
Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses fotosintesa.
Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan.
Sedangkan
angin berguna untuk proses penyerbukan. iklim yang berbeda-beda pada suatu
wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Contohnya :
Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang
tinggi dan cukup sinar matahari. berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra.
·
Keadaan tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur
serta jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman
yang tumbuh. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap
air dan juga terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Di
daerah tropis akan hidup berbagai jenistumbuhan, sedangkan di daerah gurun atau
bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu
tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun
pasir.
Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan
keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya: di Nusa
Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur.
·
Air
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan
tumbuhan karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi
tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah
hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur
tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh
terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di
suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah
tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya
kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya.
Contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya
adalah pohon Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak
hutan lebat, pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
·
Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti
pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan
tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu
udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan. Hutan yang terdapat di daerah
pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian
permukaan bumi umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin
tinggi suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga
sebaliknya bila lebih rendah berarti
suhu udara di daerah tersebut lebih panas.
Oleh sebab itu ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya terhadap jenis dan persebaran tumbuhan.
Daerah yang suhu udaranya lembab, basah di daerah tropis,
tanamannya lebih subur dari pada daerah yang suhunya panas dan kering.
b)
Faktor Biotik (Makhluk Hidup)
Makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan memiliki
pengaruh yang cukup besar dalam persebaran tumbuhan. Terutama manusia dengan
ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan
cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama
manusia. Manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan
melakukan perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukan bahwa faktor
manusia berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini. Contohnya: daerah hutan diubah
menjadi daerah pertanian, perkebunan atau perumahan dengan melakukan
penebangan, reboisasi,atau pemupukan.
Selain itu faktor hewan juga
memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Peranan faktor
tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan
terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. hewan juga memiliki
peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. contohnya: serangga dalam proses
penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan.
Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur
memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi
kehidupan faunanya.
2) Sejarah geologi
Kira-kira 200 juta tahun yang lalu, yaitu pada periode
jurasik awal, benua-benua utama bersatu dalam superbenua (supercontinent) yang
disebutPangaea. Hipotesis ini disampaikan seorang ilmuwan Jerman. Alfred Weneger
pada tahun 1915. hipotesis ini disampaikan lewat bukunya yang berjudul
Asal-usul Benua-benua dan Lautan. Pada awal tahun 1960-an, bukti- bukti
mengenai pergerakan/pergeseran benua (continental
drift) berhasil ditemukan.
Benua-benua yang tergabung dalam Pangea mulai memisah
secara bertahap. Terbukanya laut Atlantik Selatan dimulai kira-kira 125-130
juta tahun lalu, sehingga Afrika dan Amerika Selatan bersatu secara langsung.
Namun, Amerika Selatan juga telah bergerak perlahan ke Amerika Barat dan keduanya
dihubungkan tanah genting Panama. Ini terjadi kira-kira 3,6 juta tahun yang
lalu. Saat “jembatan” Panama terbentuk secara sempurna, beberapa hewan dan
tumbuhan dari Amerika Selatan termasuk Oposum dan Armadillo bermigrasi ke
Amerika Barat. Pada saat yang bersamaan beberapa hewan dan tumbuhan dari
Amerika Barat seperti oak, hewan rusa, dan beruang bermigrasi ke Amerika
Selatan.
Jadi perubahan posisi baik dalam skala besar maupun kecil
berpengaruh besar dalam pola distribusi organisme, seperti yang kita saksikan
saat ini. Contoh lain adalah burung-burung yang tidak dapat terbang, misalnya
ostriks, rhea, emu, kasuari dan kiwi terlihat memiliki divergensi percabangan
sangat awal dalam perjalanan evolusi dari semua kelompok burung lainnya.
Akibatnya terjadilah subspesies tadi. Australia adalah contoh yang sesuai untuk
mengetahui bagaimana gerakan benua- benua memengaruhi sifat
dan distribusi organisme. Sampai kira-kira 53 juta tahun lalu, Australia
dihubungkan dengan Antartika. Hewan khas Australi, yaitu mamalia berkantung
(marsupialia), yang ada pula meski sedikit di Amerika Selatan, secara nyata
terlihat sudah bergerak di antara kedua benua ini lewat Antartika.
3) Penghambat Fisik
Faktor
penghambat fisik disebut juga penghalang geografi atau barrier (isolasi
geografi) seperti daratan (land barrier), perairan (water barrier), dan
penggentingan daratan (isthmus). Contohnya adalah: gunung yang tinggi, padang
pasir, sungai atau lautan membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu
spesies. Contoh kasusnya adalah terjadinya subspesies burung finch di kepulauan
Galapagos akibat isolasi geografis.
Di
kepulauan tersebut, Charles Darwin menemukan 14 spesies burung finch yang
diduga berasal dari satu jenis burung finch dari Amerika Selatan. Perbedaan
burung finch tersebut akibat keadaan lingkungan yang berbeda. Perbedaannya
terletak pada ukuran dan bentuk paruhnya. Perbedaan ini ada hubungannya dengan
jenis makanan.
Pembagian
Wilayah Di Dunia Berdasarkan Iklim
1. Wilayah Iklim Tropis
Wilayah
atau zona iklim tropis terletak pada garis khatulistiwa, posisi antara 23,5
derajat LU sampai dengan 23,5 derajat LS. Garis khatulistiwa merupakan garis
tengah yang membagi bumi menjadi dua bagian yaitu bagian utara dan selatan.
Daerah yang berada di zona iklim tropis hanya memiliki dua musim yaitu musim
hujan dan musim kemarau.
Contoh
negara-negara di wilayah iklim tropis.
·
Benua Asia
Asia
Tenggara :Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Philipina,
Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Timor Leste.
Asia
Selatan : India (sebagian), Bangladesh (sebagian), Srilanka, Maladewa Asia
Timur : Hongkong, Taiwan (sebagian),
Asia Barat : Yaman,
Arab Saudi (sebagian), Oman, dan Uni Emirat Arab
·
Benua Amerika
Ekuador,
Kolombia, Venezuela, Brasil, Guyana, Guyana Perancis, Suriname, Peru, Bolivia,
Panama, semua negara di Amerika Tengah & Kep Karibia, sebagian Meksiko.
·
Benua Afrika
Afrika
Barat : Benin, Burkina Faso, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea Bissau, Liberia,
Mali, Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Senegal, Sierra Leone, Tanjung Verde,
Togo-Lome
Afrika
Timur : Burundi, Djibouti, Eritrea, Ethiopia, Kenya, Komoro, Madagaskar,
Malawi, Mauritius, Mozambik, Rwanda, Seychelles, Somalia, Sudan, Sudan Selatan,
Tanzania, Uganda
Afrika
Tengah : Angola, Gabon, Guinea Khatulistiwa, Kamerun, Republik Demokratik
Kongo, Kongo, Republik Afrika Tengah, Saotome Principe, Zaire, Zambia
Afrika Utara : Chad, Niger, Sahara Barat
2. Wilayah Iklim Subtropis
Wilayah
atau zona iklim subtropis letaknya diantara 23,5 derajat LU – 40 derajat
LU dan 23,5 derajat LS – 40 derajat LS.
Daerah-daerah yang berada di zona uklim subtropis memiliki ciri yang khas yaitu
terdiri dari musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim salju.
Contoh
negara-negara di wilayah iklim subtropis.
·
Benua Asia
Asia
Barat : Israel, Yordania, Lebanon, Qatar, Quwait, Bahrain, Iran, Irak,
Afganistan, Pakistan,
Asia Selatan :
Nepal, Bhutan, Bangladesh (sebagian), India (sebagian)
Asia Timur :
China, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan (sebagian)
·
Benua Afrika
Afrika
Selatan : Afrika Selatan, Lesotho, Mozambik, dan Swaziland Afrika Utara :
Maroko, Aljazair, Mesir, Tunisia, Libya
Australia bagian
selatan, Selandia Baru(sebagian)
·
Benua Amerika
Amerika
Selatan : Paraguay (sebagian), Argentina (sebagian), Chile, dan Uruguay Amerika
Utara : Meksiko (sebagian), Amerika Serikat (sebagian)
·
Eropa
Eropa
Selatan : Portugal (sebagian), Spanyol (sebagian), Yunani, Malta, Siprus,
Turki, Armenia, Turkmenistan, Tajikistan
3. Wilayah Iklim Sedang
Wilayah
iklim sedang berada diantara 40 derajat LU – 60,5 derajat LU dan 40 derajat LS
- 60,5 derajat LS. Iklim sedang, terdapat ciri khas yaitu banyak terdapat
gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah
angin yang bertiup juga berubah-ubah tak menentu, dan sering terjadi badai
secara tiba-tiba.
Contoh
negara-negara di wilayah iklim sedang
·
Benua Eropa
Irlandia,
Inggris, Prancis, Austria, Jerman, Denmark, Norwegia (sebagian), Italia,
Bulgaria, Rumania, Bulgaria, Ukraina, Belarus, Lituania, Latvia, Estonia,
Kazakstan, Uzbekistan, Rusia(bagian selatan)
·
Benua Asia : Mongolia.
4. Wilayah Iklim Kutub
Wilayah
atau zona iklim kutub terletak antara 60,5 derajat LU – 90 derajat LU dan 60,5
derajat LS – 90 derajat LS. Zona iklim kutub merupakan iklim yang sangat dingin
dan ditandai dengan tidak adanya musim panas.
Contoh
negara-negara di wilayah iklim kutub
Eropa
: Rusia (bagian utara), Finlandia, Eslandia, Denmark, Swedia, Norwegia Amerika
: Amerika Serikat (Alaska). Kanada
6 Zona
Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace
Alfred
Russel Wallace merupakan salah satu ahli biogeografi pada abad ke 18. Salah
satu karya yang paling terkenal adalah zonasi persebaran fauna di permukaan
bumi yang terbagi atas enam wilayah
a. Nama
Zona : Neartik Persebaran :
-
Amerika Utara (AS dan
Kanada):bagian timur (hutan gugur), bagian
tengah (padang rumput_ dan hutan taiga.
- Greenland yang
tertutup salju.
Jenis
Fauna: Beruang cokelat, berang-berang, tupai salamander, bison, karibu,
kelinci, kalkun dan bison.
b. Nama
Zona : Neotropik Persebaran :
- Daerah iklim tropik
dan iklim sedang
- Meksiko selatan,
Amerika tengah dan Amerika latin
Jenis
fauna: kukang, armadilo, kelelawar pengisap darah, siamang, piranha,
trenggiling, anaconda, kura-kura galapagos, belut listrik.
c.Nama
Zona: Australis Persebaran:
- Sebagian besar
daerah iklim tropis dan sebagian iklim sedang.
- Australia, Selandia
baru, Papua, Maluku, Oseania
Nama
Fauna: Kangguru, koala, buaya, platipus, wallaby, burung pengisa madu, kiwi,
kasuari.
d. Nama Zona : Oriental Persebaran:
- Wilayah briklim
tropik dan dominan hutan hujan.
-
Benua Asia selaran dan Asia
Tenggara (sampai wilayah peralihan)
Nama Fauna: Badak, harimau, orangutan, bekantan, gajah.
e. Nama
Zona : Paleartik Persebaran:
-
Hewan bervariasi karena suhu di
daerah tersebut tinggi dan curah hujan
bervariasi.
-
Wilayah Eurasia dari kutub utara
hinga Himalaya, Afganistan, Afrika, Inggris,
Jepang dan Selat Bering.
Nama
Fauna: Lynx, landak, rusa kutub, bison, kambing gunung, panda, serigala,
kelinci kutub, burung pelatuk.
f. Nama
Zona : Ethiopian Persebaran:
- Wilayah Afrika,
Madagaskar dan daratan Arab selatan
- Bagian utara wilayah
Ethiopian berupa gurun Sahara
nama
Fauna: Gorila, simpanse, cheetah, jerapah, zebra, lemur, babon, singa, kudanil,
unta.
C.
EVOLUSI
Teori Evolusi yang
Terjadi pada Makhluk Hidup Pengertian dan teori evolusi
Evolusi dalam bahasa inggris evolution yang berarti perkembangan. Evolusi merupakan
cabang ilmu biologi
yang secara khusus mempelajari
tentang perubahan makhluk
hidup secara perlahan dalam rentan
waktu yang panjang. Evolusi adalah perubahan pada
sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satugenerasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan
oleh kombinasi tigaproses utama:
variasi, reproduksi, dan
seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar
evolusi ini dibawaoleh gen yang
diwariskan kepada keturunan
suatu makhluk hidup dan menjadi
bervariasi dalamsuatu populasi.(Wikipedia).
Teori Evolusi
Berikut
ini merupakan beberapa teori yang berkembang didunia tentang evolusi.
1.
Teori Penciptaan Spesies
Teori
ini menyatakan bahwa
setiap spesies telah diciptakan
sesuai bentuk yang ada
sekarangoleh kekuatan eksternal dan supernatural. Satu spesies hanya sekali diciptakan
dan tidak mengalami perubahan.
2.
Teori Katastrofisme
Teori menjelaskan bahwa pergantian spesies disebabkan oleh serangkaian bencana besar(katastrofi).
3.
Teori Uniformitarianisme
Menyatakan bahwa seluruh perubahan
geologis pada permukaan bumiterjadi secara lambat dan seragam.
4.
Teori Evolusi Lamarck
Lamarack beranggapan bahwa fenotipe yang terbentuk akibat evolusi
dapat diwariskan kepadaketurunannya.
5.
Teori Evolusi Darwin
Darwin
berkesimpulan bahwa kejadian evolusi disebabkan oleh proses seleksi alam.
Perbedaan Perubahan Makhluk Hidup oleh Adaptasi dan Seleksi
Alam
Seleksi alam adalah
proses di mana mutasi genetika yang meningkatkan keberlangsungan
dan reproduksi suatu organisme menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi
yang satu ke genarasi yang lain pada sebuah populasi. Ia sering disebut sebagai
mekanisme yang "terbukti sendiri" karena:
·
Variasi terwariskan terdapat dalam
populasi organisme.
·
Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup
·
Keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya bertahan hidup dan bereproduksi.
Kondisi-kondisi ini menghasilkan
kompetisi antar organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Oleh sebab
itu, organisme dengan sifat-sifat yang lebih
menguntungkan akan lebih berkemungkinan mewariskan sifatnya, sedangkan yang tidak menguntungkan cenderung tidak
akan diwariskan ke generasi selanjutnya.
Adaptasi merupakan struktur atau
perilaku yang meningkatkan fungsi organ tertentu, menyebabkan organisme menjadi
lebih baik dalam bertahan hidup dan bereproduksi. Ia diakibatkan oleh kombinasi
perubahan acak dalam skala kecil pada sifat organisme secara terus menerus yang
diikuti oleh seleksi alam varian yang paling cocok terhadap lingkungannya.
Proses ini dapat menyebabkan penambahan ciri-ciri baru ataupun kehilangan
ciri-ciri leluhur.
Lingkungan selalu berubah dari waktu ke waktu, perubahan
lingkungan mendorong makhluk hidup yang tinggal di dalam lingkungan tersebut
melakukan adaptasi atau penyesuaian diri. Adaptasi dilakukan makhluk hidup
dengan tujuan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Apabila gagal beradaptasi
maka makhluk hidup tersebut akan punah. Makhluk hidup adaptif merupakan makhluk
hidup yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya.
Misalnya perubahan populasi kupu-kupu. Diduga hal ini
terjadi karena sebelum revolusi industry lingkungan masih cerah sehingga
kupu-kupu bersayap cerah lebih adaptif dari pada kupu-kupu bersayap gelap.
Sebaliknya setelah revolusi industry lingkungan lebih gelap
oleh jelaga atau polusi. Sehingga kupu-kupu bersayap gelap lebih adaptif dengan
lingkungannya, sedangkan kupu-kupu bersayap cerah tidak adaptif akibatnya mudah
ditangkap oleh predator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adaptasi terhadap
lingkungan merupakan salah satu mekanisme seleksi alam.
Adaptasi tumbuhan misalnya kaktus yang hidup pada kondisi
panas terik di gurun memiliki lapisan lilin yang tebal, daun-daunnya mengalami
modifikasi menjadi duri atau daun-daun kecil untuk mengurangi penguapan air.
Batang tumbuhan kaktus mampu menyimpan air dan memiliki klorofil untuk
fotosintesis. Akar tumbuhan kaktus tersebar meluas di bawah permukaan tanah
untuk mempermudah penyerapan air.
Kedua contoh di atas menunjukkan bahwa alam ( lingkungan )
menyeleksi makhluk hidup di dalamnya. Seleksi alam memperlihatkan hanya makhluk
hidup yang adaptif dengan lingkungannya yang dapat bertahan hidup.
Seleksi alam akan menguntungkan spesies makhluk hidup yang
memiliki banyak variasi (genetik) pada tiap generasi, faktor-faktor lingkungan
akan menyeleksi variasi tertentu. Misalnya kasu adanya dua warna pada biston
lebih menguntungkan kupu-kupu tersebut dibandingkan apabila biston tidak
memiliki variasi warna sayap.
Contoh Hewan yang Mengalami Evolusi
Akibat Seleksi Alam dan Adaptasi
a.
Burung puyuh liar semakin punah
b.
Punahnya dinosaurus kurang lebih 65 juta tahun yang lalu secara bersamaan
c. burung
Finch di Kepulauan Galapagos
d. Kupu-kupu
biston di Amerika Serikat
e. Kura-kura
di Kepulauan Galapagos
f.
Leher panjang jerapah
Pada teori evolusi Darwin, terlihat jelas bahwa adanya
variasi organisme terjadi dengan sendirinya (dari dulu memang sudah ada jerapah
leher panjang dan pendek) yang kemudian diseleksi oleh alam. Sementara menurut
Lamarck, variasi ini terjadi sebagai akibat dari perubahan lingkungannya.
Bagaimana si organisme berusaha beradaptasi terhadap lingkungannya.
Sumber :
Dahler, Franz. Julius Chandra. 1971. Asal dan Tujuan Manusia. Yogyakarta: Yayasan Kanisius
Jakarta: Pustaka
Gema Media.
Gunawan, Febry Indra. 2017. Teori dan Bukti Evolusi. https://www.qureta.com/post/teori- dan-bukti-evolusi. Diakses pada 22 April
2019 pukul 18.46
https://www.berpendidikan.com/2015/10/pengertian-dan-contoh-seleksi-alam-pada-
makhluk-hidup.html. Diakses pada 22 April
2019 pukul 18.47
https://blog.ruangguru.com/perbedaan-teori-evolusi-darwin-dan-lamarck.
Diakses pada 22 April 2019 pukul 18.53
https://www.dosenpendidikan.com/penjelasan-evolusi-beserta-adaptasi-dan-seleksi-alam/ Diakses pada 22 April 2019 pukul 18.10.

Comments
Post a Comment