Skip to main content

The World and Its Content


MAKALAH

MATEMATIKA & ILMU ALAMIAH DASAR
Dosen : Nita Sri Handayani


1PA21

Nama Anggota Kelompok :
1.      Fatin Nabilah (12518598)
2.      Mark Kevin Joshua (13518997)
3.      Nathalia W. Purba  (15518225)
4.      Priskila Theresia Novianty (15518604)
5.      Wilhelmina Cesilia Dura (17518343)


UNIVERSITAS GUNADARMA
2018/2019

    

A.   PERKEMBANGAN SEKSUAL & ASEKSUAL

Pengertian

Reproduksi hewan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu secara seksual dan aseksual. Perkembangbiakan aseksual terjadi tanpa peleburan sel kelamin jantan dan betina. Perkembangbiakan aseksual umumnya terjadi pada hewan tingkat rendah atau tidak bertulang bekakang (avertebrata) dan sebagian kecil vertebrata. Perkembangbiakan seksual terjadi pada hampir seluruh tingkatan hewan. Perkembangbiakan tersebut melibatkan alat kelamin jantan dan alat betina dan ditandai oleh adanya peristiwa pembuahan (fertilisasi).
1.  Perkembangbiakan Seksual

Perkembangbiakan seksual dapat terjadi karena hewan memiliki gamet atau sel reproduktif yang mengalami meiosis dan menghasilkan sel dengan setengah jumlah kromosom, yaitu spermatozoa pada jantan dan ovum pada betina. Kedua sel tersebut dapat menyatu membentuk zigot untuk membentk individu baru. Zigot pada awalnya berkembang menjadi sel berbentuk bola dengan ruang kosong di dalamnya, yang disebut dengan blastula. Blastula pada sebagian besar hewan mengalami differensiasi membentuk berbagai jenis sel. Namun pada hewan spons, blastula mampu berenang untuk mencari tempat yang baik untuk tumbuh dan berdiferensiasi menjadi terumbu karang yang baru. Blastula lalu berkembang menjadi gastrula dengan ruang yang akan menjadi saluran pencernaan, dan lapisan ektoderma dan endoderma. Pada hewan tingkat tinggi, mesoderma terbentuk di antara keduanya. Lapisan- lapisan ini lalu berdiferensiasi membentuk jaringan dan organ tubuh.
·      Contoh :
-   Amoeba (Membelah diri)
-   Paramaecium (Membelah diri)
-   Euglena (Membelah diri)
-   Cacing Planaria (fragmentasi)
-   Hydra (Pembentukan tunas)
-   Plasmodium (Pembentukan spora)


2.    Perkembangbiakan Aseksual
Beberapa jenis hewan juga mampu melakukan reproduksi aseksual yang dapat terjadi secara parthenogenesis di mana telur dapat dibuahi tanpa melalui persetubuhan. Hiu martil dan hiu Carcharhinus limbatus diketahui mampu melakukan partenogenesis. Pada reptil, Boa constrictor mampu melakukan partenogenesis. Hewan dari filum Rotifera kelas Bdelloidea hanya memiliki satu kelamin sehingga semua perkembangbiakan terjadi secara aseksual.


Keistimewaan dari bentuk reproduksi ini memungkinkan mereka mampu membentuk protein jenis baru yang membuat mereka bertahan dari dehidrasi. Penelitian genetika terhadap serangga dari genus Timema memperkirakan bahwa mereka pernah menjalankan partenogenesis eksklusif tanpa perkembangbiakan seksual selama satu juta tahun.
·    Contoh :
-   Cacing Pita
-   Cacing Tanah
-   Serangga

Contoh Mengenai Perkembangbiakan Secara Seksual & Aseksual

1.     Perkembangbiakan Seksual
a.  Vivipar

Vivipar adalah salah satu cara perkembangbiakan hewan dengan cara melahirkan. Cara perkembangbiakan ini pada umumnya terjadi pada mamalia atau hewan menyusui.
b.  Ovipar

Ovipar adalah salah satu cara berkembang biakkan hewan dengan cara bertelur, yang pada umumnya mempunyai ciri-ciri telurnya dierami sampai menetas. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia Ovipar adalah jenis reproduksi yg mengakibatkan telur yg dikeluarkan berkembang dan menetas di luar badan induknya.
c.  Ovovivipar

Ovovivipar adalah salah satu cara berkembang biaknya hewan yaitu dengan cara bertelur dan beranak, embrionya berkembang di dalam telur, dan telur tetap berada di dalam tubuh induknya sampai telur menetas.
2.     Perkembangbiakan Aseksual

a.  Pembelahan Sel

Pembelahan sel adalah suatu proses yang membagi satu sel induk menjadi dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel biasanya merupakan bagian kecil dari suatu siklus sel yang lebih besar.
b.  Tunas

Tunas atau bertunas adalah bentuk reproduksi aseksual di mana organisme baru tumbuh pada satu sama lain. Organisme baru tetap melekat seiring dengan pertumbuhan, memisahkan dari organisme induk hanya ketika matang. Karena reproduksi adalah aseksual, organisme baru dibuat adalah klon dan secara genetik identik dengan organisme induk. Sebuah organisme baru tumbuh dari hasil atau kuncup pada orang tua.

c.  Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina). Reproduksi vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan.
d.  Fragmentasi

Fragmentasi atau fragmentasi klonal pada organisme multi seluler atau kolonial adalah bentuk reproduksi aseksual atau kloning dimana organisme memecah diri menjadi fragmen- fragmen. Masing-masing fragmen ini berkembang menjadi dewasa, tumbuh menjadi individu dewasa yang merupakan klon dari organisme asli.
e.  Sporogenesis

Sporogenesis adalah proses terbentuknya spora haploid yang berasal dari protoplasdiploid sel induk spora dengan cara pembelahan meiosis. Dimulai dari pembentukan zygot, zygotfase dua sel, fase empat sel dan fase delapan sel, fase multiseluler menjadi sporogonium mudadan terakhir menjadi sporogonium dewasa.
f.  Parthenogenesis

Partenogenesis adalah bentuk reproduksi aseksual di mana betina memproduksi sel telur yang berkembang tanpa melalui proses fertilisasi. Partenogenesis dapat kita lihat pada kutu daun, lebah, kutu air, dan beberapa invertebrata lainnya, juga pada beberapa tumbuhan.
g.  Apomiksis

Adalah suatu bentuk reproduksi non-seksual pada tumbuhan melalui biji. Pada apomiksis, kecambah(-kecambah) muncul dari biji tetapi bukan berasal dari embrio (lembaga), melainkan dari jaringan maternal (asal tetua betina).

Informasi Terbaru Tentang Bioteknologi Berkaitan Dengan Pembiakan Seksual & Aseksual

1.  Kloning

Kloning adalah kreasi secara aseksual dari suatu sel atau organisme yang merupakan salinan genetic dari organisme pendahulu. Secara alamiah kloning telah ditemukan sejak beribu-ribu tahun lalu pada organisme unisel sampai ke yang multisel. Pemanfaatan kloning dalam aplikasi medik ditujukan untuk pengobatan, reproduksi, dan replacement.
Walaupun demikian, dalam hal pemanfaatannya masih banyak ketidak sesuaian pendapat, terlebih lagi bila masalah kloning terkait langsung dengan nilai-nilai
kemanusiaan, hukum dan etik. Secara umum kloning merupakan se-jumlah proses yang

dapat digunakan untuk menghasilkan salinan suatu kesatuan biologik yang secara genetik identik tanpa melalui reproduksi seksual. Bahan salinan ini disebut klon (clone) dan

mempunyai genetik yang sama dengan asalnya. Kloning pada hewan dilakukan mula-mula pada amfibi (kodok), dengan mengadakan transplantasi nukleus ke dalam telur kodok yang dienukleasi. Sebagai donor digunakan nukleus sel somatik dari berbagai stadium perkembangan. Ternyata donor nukleus dari sel somatik yang diambil dari sel epitel usus kecebong pun masih dapat membentuk embrio normal. Sejak Wilmut  et  al. berhasil  membuat klon anak domba yang donor nukleusnya diambil dari sel kelenjar susu domba dewasa, maka terbukti bahwa pada mamalia pun klon dapat dibuat.
Secara definisi, Kloning adalah sekelompok organisme hewan maupun tumbuh- tumbuhan yang dihasilkan melalui reproduksi aseksual dan berasal dari satu induk yang sama. Dengan kemajuan bioteknologi maka terdapat perkembangan pesat dalam kloning artificial. Keberhasilan melakukan kloning pada mamalia dengan menggunakan sel non embrionik yang diawali oleh hot issue Dolly The Sheep; (1997) telah membuka wawasan penelitian biomolekular dan bioteknologi yang sangat luas.
Penerobosan yang bermakna terjadi pada tahun 1986 dengan dilakukannya kloning mamalia oleh dua tim peneliti di Inggris (kloning biri-biri) dan di Amerika (kloning sapi). Walaupun demikian, tidak satupun tim yang berpendapat bahwa kloning mamalia dapat dilakukan dengan menggunakan sel somatik dewasa yang telah berdiferensiasi. Tahun 1996 tim peneliti Wilmut et-al dari Roslin Institute di Scotlandia berhasil melakukan kloning biri-biri dengan meng-gunakan sel nonembrionik yaitu sel kelenjar mamma biri- biri dewasa, yang dikenal dengan Dolly The Sheep
Dengan berhasilnya proses kloning tersebut, maka peneliti-peneliti lainnya berlomba-lomba melakukan kloning dengan menggunakan berbagai spesies hewan. Perkembangbiakan ternak- ternak superior banyak bergeser dari perkawinan alam kearah rekayasa reproduksi mulai dari inseminasi buatan (IB), transfer embrio (TE), invitro fertilisasi (IVF) dan yang terakhir kloning hewan dan ternak. Pada rekayasa kloning dengan TN, sel donor nukleus baik berupa sel  embrionik  maupun  sel  somatik  telah  digunakan  baik  dalam  bentuk   segar   dan beku. Konsep genome resources bank dan teknologi reproduksi dimana termasuk  di dalamnya aplikasi inseminasi buatan, embrio transfer dan in vitro fertilization telah mulai dicobakan pada populasi hewan liar pada sekitar tahun 1990. Perkembangan terakhir dengan tingkat keberhasilan teknologi reproduksi yang makin baik menyebabkan suatu harapan yang sangat besar bagi preservasi spesies-spesies hewan langka.
2.  Inseminasi Buatan

Teknologi reproduksi adalah ilmu reproduksi atau ilmu tentang pekembangbiakan yang menggunakan peralatan atau prosedur tertentu untuk menghasilkan suatu produks (keturunan). Salah satu teknologi reproduksi yang telah banyak dikembangkan adalah teknik inseminasi buatan.
Inseminsi buatan merupakan terjemahan dari artificial insemination. Yang berarti memasukkan caira semen (plasmasemen) yang mengandung sel-sel kelamin pria yang di ejakulasikan pada waktu terjadi kopulasi atau penampungan semen.

Berdasarkan pengertian diatas maka definsi tentang inseminasi buatan, adalah memasukkan atau menyampaikan semen kedalam saluran kelamin wanita, dengan menggunakan alat-alat buatan manusia bukan secara alami. Namun perkembangan lebih lanjut tentang inseminasi tidak hanya mencakup memasukkan semen kedalam alat reprodukasi wanita tetapi menyangkut juga seleksi pemeliharan sperma, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan, atau pengawetan, pengawetan (pendinginan danpembekuan) dan pengangkutan semen, inseminasi, pencatatan, dan penentua hasil inseminasi pada manusia dan hewan.


B.   GEOGRAFI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Penyebaran makhluk hidup

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran organisme di muka bumi. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme  yang sudah punah. Dalam biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor penghalang yang utama adalah iklim dan topografi. Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme menjadi pengendali penyebaran organisme. Spesies-spesies berasal dari suatu tempat, selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengadakan diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya. Akibat dari hal tersebut di atas maka di permukaan bumi ini terbentuk kelompok- kelompok hewan dan tumbuhan yang  menempati daerah yang berbeda-beda. Luas daerah yang dapat ditempati tumbuhan maupun hewan, berkaitan dengan kesempatan dan kemampuan mengadakan penyebaran.
Biogeografi mempelajari penyebaran hewan maupun tumbuhan di permukaan bumi. Ilmu yang mempelajari peyebaran hewan dipermukaan bumi disebut zoogeografi.Penyebaran hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan menjadi cakupan geografis, cakupan geologis, dan cakupan ekologis. Cakupan geografis yaitu daerah penyebarannya meliputi daratan dan sistem perairan. Cakupan geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan di masa lampau. Cakupan ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi lingkungan yang sesuai. Persebaran organisme di bumi dipengaruhi oleh beberapa Faktor sebagai berikut:
1)  Lingkungan
Dua faktor lingkungan utama yang  berpengaruh  terhadap  persebaran  makhluk  hidup adalah faktor fisik (abiotik) adalah iklim (suhu, kelembaban udara, angin), air, tanah, dan ketinggian permukaan bumi, dan yang termasuk faktor non fisik (biotik) adalah manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
a)  Faktor Abiotik
·         Iklim
Faktor iklim yaitu keadaan suhu, kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap makhluk di dunia. Faktor suhu udara berpengaruh terhadap

berlangsungnya proses pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses fotosintesa. Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan.
Sedangkan angin berguna untuk proses penyerbukan. iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Contohnya : Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra.
·         Keadaan tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air dan juga terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenistumbuhan, sedangkan di daerah gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun pasir.
Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya: di Nusa Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur.
·         Air
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya. Contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
·         Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan. Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian permukaan bumi umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin tinggi suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga sebaliknya bila lebih rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih panas. Oleh sebab itu ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya terhadap jenis dan persebaran tumbuhan.

Daerah yang suhu udaranya lembab, basah di daerah tropis, tanamannya lebih subur dari pada daerah yang suhunya panas dan kering.
b)  Faktor Biotik (Makhluk Hidup)

Makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam persebaran tumbuhan. Terutama manusia dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia. Manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan melakukan perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukan bahwa faktor manusia berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini. Contohnya: daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian, perkebunan atau perumahan dengan melakukan penebangan, reboisasi,atau pemupukan.
Selain itu faktor hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. contohnya: serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya.
2)  Sejarah geologi
Kira-kira 200 juta tahun yang lalu, yaitu pada periode jurasik awal, benua-benua utama bersatu dalam superbenua (supercontinent) yang disebutPangaea. Hipotesis ini disampaikan seorang ilmuwan Jerman. Alfred Weneger pada tahun 1915. hipotesis ini disampaikan lewat bukunya yang berjudul Asal-usul Benua-benua dan Lautan. Pada awal tahun 1960-an, bukti- bukti mengenai pergerakan/pergeseran benua (continental drift) berhasil ditemukan.
Benua-benua yang tergabung dalam Pangea mulai memisah secara bertahap. Terbukanya laut Atlantik Selatan dimulai kira-kira 125-130 juta tahun lalu, sehingga Afrika dan Amerika Selatan bersatu secara langsung. Namun, Amerika Selatan juga telah bergerak perlahan ke Amerika Barat dan keduanya dihubungkan tanah genting Panama. Ini terjadi kira-kira 3,6 juta tahun yang lalu. Saat “jembatan” Panama terbentuk secara sempurna, beberapa hewan dan tumbuhan dari Amerika Selatan termasuk Oposum dan Armadillo bermigrasi ke Amerika Barat. Pada saat yang bersamaan beberapa hewan dan tumbuhan dari Amerika Barat seperti oak, hewan rusa, dan beruang bermigrasi ke Amerika Selatan.
Jadi perubahan posisi baik dalam skala besar maupun kecil berpengaruh besar dalam pola distribusi organisme, seperti yang kita saksikan saat ini. Contoh lain adalah burung-burung yang tidak dapat terbang, misalnya ostriks, rhea, emu, kasuari dan kiwi terlihat memiliki divergensi percabangan sangat awal dalam perjalanan evolusi dari semua kelompok burung lainnya. Akibatnya terjadilah subspesies tadi. Australia adalah contoh yang sesuai untuk

mengetahui bagaimana gerakan benua- benua memengaruhi sifat dan distribusi organisme. Sampai kira-kira 53 juta tahun lalu, Australia dihubungkan dengan Antartika. Hewan khas Australi, yaitu mamalia berkantung (marsupialia), yang ada pula meski sedikit di Amerika Selatan, secara nyata terlihat sudah bergerak di antara kedua benua ini lewat Antartika.
3)  Penghambat Fisik
Faktor penghambat fisik disebut juga penghalang geografi atau barrier (isolasi geografi) seperti daratan (land barrier), perairan (water barrier), dan penggentingan daratan (isthmus). Contohnya adalah: gunung yang tinggi, padang pasir, sungai atau lautan membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies. Contoh kasusnya adalah terjadinya subspesies burung finch di kepulauan Galapagos akibat isolasi geografis.
Di kepulauan tersebut, Charles Darwin menemukan 14 spesies burung finch yang diduga berasal dari satu jenis burung finch dari Amerika Selatan. Perbedaan burung finch tersebut akibat keadaan lingkungan yang berbeda. Perbedaannya terletak pada ukuran dan bentuk paruhnya. Perbedaan ini ada hubungannya dengan jenis makanan.

Pembagian Wilayah Di Dunia Berdasarkan Iklim

1.  Wilayah Iklim Tropis
Wilayah atau zona iklim tropis terletak pada garis khatulistiwa, posisi antara 23,5 derajat LU sampai dengan 23,5 derajat LS. Garis khatulistiwa merupakan garis tengah yang membagi bumi menjadi dua bagian yaitu bagian utara dan selatan. Daerah yang berada di zona iklim tropis hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Contoh negara-negara di wilayah iklim tropis.
·         Benua Asia
Asia Tenggara :Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Philipina, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Timor Leste.
Asia Selatan : India (sebagian), Bangladesh (sebagian), Srilanka, Maladewa Asia Timur : Hongkong, Taiwan (sebagian),
Asia Barat : Yaman, Arab Saudi (sebagian), Oman, dan Uni Emirat Arab
·         Benua Amerika
Ekuador, Kolombia, Venezuela, Brasil, Guyana, Guyana Perancis, Suriname, Peru, Bolivia, Panama, semua negara di Amerika Tengah & Kep Karibia, sebagian Meksiko.
·         Benua Afrika
Afrika Barat : Benin, Burkina Faso, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea Bissau, Liberia, Mali, Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Senegal, Sierra Leone, Tanjung Verde, Togo-Lome

Afrika Timur : Burundi, Djibouti, Eritrea, Ethiopia, Kenya, Komoro, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mozambik, Rwanda, Seychelles, Somalia, Sudan, Sudan Selatan, Tanzania, Uganda
Afrika Tengah : Angola, Gabon, Guinea Khatulistiwa, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Kongo, Republik Afrika Tengah, Saotome Principe, Zaire, Zambia
Afrika Utara : Chad, Niger, Sahara Barat


2.  Wilayah Iklim Subtropis
Wilayah atau zona iklim subtropis letaknya diantara 23,5 derajat LU – 40 derajat LU  dan 23,5 derajat LS – 40 derajat LS. Daerah-daerah yang berada di zona uklim subtropis memiliki ciri yang khas yaitu terdiri dari musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim salju.
Contoh negara-negara di wilayah iklim subtropis.
·         Benua Asia
Asia Barat : Israel, Yordania, Lebanon, Qatar, Quwait, Bahrain, Iran, Irak, Afganistan, Pakistan,
Asia Selatan : Nepal, Bhutan, Bangladesh (sebagian), India (sebagian)
Asia Timur : China, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan (sebagian)
·         Benua Afrika
Afrika Selatan : Afrika Selatan, Lesotho, Mozambik, dan Swaziland Afrika Utara : Maroko, Aljazair, Mesir, Tunisia, Libya
Australia bagian selatan, Selandia Baru(sebagian)
·         Benua Amerika
Amerika Selatan : Paraguay (sebagian), Argentina (sebagian), Chile, dan Uruguay Amerika Utara : Meksiko (sebagian), Amerika Serikat (sebagian)
·         Eropa
Eropa Selatan : Portugal (sebagian), Spanyol (sebagian), Yunani, Malta, Siprus, Turki, Armenia, Turkmenistan, Tajikistan
3.  Wilayah Iklim Sedang

Wilayah iklim sedang berada diantara 40 derajat LU – 60,5 derajat LU dan 40 derajat LS - 60,5 derajat LS. Iklim sedang, terdapat ciri khas yaitu banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup juga berubah-ubah tak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.
Contoh negara-negara di wilayah iklim sedang
·         Benua Eropa
Irlandia, Inggris, Prancis, Austria, Jerman, Denmark, Norwegia (sebagian), Italia, Bulgaria, Rumania, Bulgaria, Ukraina, Belarus, Lituania, Latvia, Estonia, Kazakstan, Uzbekistan, Rusia(bagian selatan)
·         Benua Asia : Mongolia.
4.  Wilayah Iklim Kutub
Wilayah atau zona iklim kutub terletak antara 60,5 derajat LU – 90 derajat LU dan 60,5 derajat LS – 90 derajat LS. Zona iklim kutub merupakan iklim yang sangat dingin dan ditandai dengan tidak adanya musim panas.
Contoh negara-negara di wilayah iklim kutub
Eropa : Rusia (bagian utara), Finlandia, Eslandia, Denmark, Swedia, Norwegia Amerika : Amerika Serikat (Alaska). Kanada

6 Zona Persebaran Fauna di Dunia Menurut Alfred Russel Wallace

Alfred Russel Wallace merupakan salah satu ahli biogeografi pada abad ke 18. Salah satu karya yang paling terkenal adalah zonasi persebaran fauna di permukaan bumi yang terbagi atas enam wilayah
a.  Nama Zona : Neartik Persebaran :
-  Amerika Utara (AS dan Kanada):bagian timur (hutan gugur), bagian tengah (padang rumput_ dan hutan taiga.
-  Greenland yang tertutup salju.
Jenis Fauna: Beruang cokelat, berang-berang, tupai salamander, bison, karibu, kelinci, kalkun dan bison.
b.  Nama Zona : Neotropik Persebaran :
-  Daerah iklim tropik dan iklim sedang

-  Meksiko selatan, Amerika tengah dan Amerika latin
Jenis fauna: kukang, armadilo, kelelawar pengisap darah, siamang, piranha, trenggiling, anaconda, kura-kura galapagos, belut listrik.
c.Nama Zona: Australis Persebaran:
-  Sebagian besar daerah iklim tropis dan sebagian iklim sedang.
-  Australia, Selandia baru, Papua, Maluku, Oseania
Nama Fauna: Kangguru, koala, buaya, platipus, wallaby, burung pengisa madu, kiwi, kasuari.
d.  Nama Zona : Oriental Persebaran:
-  Wilayah briklim tropik dan dominan hutan hujan.
-  Benua Asia selaran dan Asia Tenggara (sampai wilayah peralihan) Nama Fauna: Badak, harimau, orangutan, bekantan, gajah.
e.  Nama Zona : Paleartik Persebaran:
-  Hewan bervariasi karena suhu di daerah tersebut tinggi dan curah hujan bervariasi.
-  Wilayah Eurasia dari kutub utara hinga Himalaya, Afganistan, Afrika, Inggris, Jepang dan Selat Bering.
Nama Fauna: Lynx, landak, rusa kutub, bison, kambing gunung, panda, serigala, kelinci kutub, burung pelatuk.
f.  Nama Zona : Ethiopian Persebaran:
-  Wilayah Afrika, Madagaskar dan daratan Arab selatan
-  Bagian utara wilayah Ethiopian berupa gurun Sahara
nama Fauna: Gorila, simpanse, cheetah, jerapah, zebra, lemur, babon, singa, kudanil, unta.

C.   EVOLUSI



Teori Evolusi yang Terjadi pada Makhluk Hidup Pengertian dan teori evolusi

Evolusi dalam bahasa inggris evolution yang berarti perkembangan. Evolusi merupakan cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari tentang perubahan makhluk hidup secara perlahan dalam rentan waktu yang panjang. Evolusi adalah perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satugenerasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tigaproses utama: variasi,  reproduksi,  dan  seleksi.  Sifat-sifat yang  menjadi  dasar  evolusi ini dibawaoleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalamsuatu populasi.(Wikipedia).

Teori Evolusi

Berikut ini merupakan beberapa teori yang berkembang didunia tentang evolusi.

1.  Teori Penciptaan Spesies

Teori   ini   menyatakan   bahwa   setiap spesies   telah   diciptakan   sesuai   bentuk   yang ada sekarangoleh kekuatan eksternal dan supernatural. Satu spesies hanya sekali diciptakan dan tidak mengalami perubahan.

2.  Teori Katastrofisme

Teori menjelaskan bahwa pergantian spesies disebabkan oleh serangkaian bencana besar(katastrofi).

3.  Teori Uniformitarianisme

Menyatakan bahwa seluruh perubahan geologis pada permukaan bumiterjadi secara lambat dan seragam.

4.  Teori Evolusi Lamarck

Lamarack beranggapan bahwa fenotipe yang terbentuk akibat evolusi dapat diwariskan kepadaketurunannya.

5.  Teori Evolusi Darwin

Darwin berkesimpulan bahwa kejadian evolusi disebabkan oleh proses seleksi alam.


Perbedaan Perubahan Makhluk Hidup oleh Adaptasi dan Seleksi Alam


Seleksi alam adalah proses di mana mutasi genetika yang meningkatkan keberlangsungan dan reproduksi suatu organisme menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke genarasi yang lain pada sebuah populasi. Ia sering disebut sebagai mekanisme yang "terbukti sendiri" karena:

·         Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organisme.
·         Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup
·         Keturunan-keturunan    ini    bervariasi    dalam    kemampuannya    bertahan    hidup    dan bereproduksi.

Kondisi-kondisi ini menghasilkan kompetisi antar organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Oleh sebab itu, organisme dengan sifat-sifat yang lebih menguntungkan akan lebih berkemungkinan mewariskan sifatnya, sedangkan yang tidak menguntungkan cenderung tidak akan diwariskan ke generasi selanjutnya.
Adaptasi merupakan struktur atau perilaku yang meningkatkan fungsi organ tertentu, menyebabkan organisme menjadi lebih baik dalam bertahan hidup dan bereproduksi. Ia diakibatkan oleh kombinasi perubahan acak dalam skala kecil pada sifat organisme secara terus menerus yang diikuti oleh seleksi alam varian yang paling cocok terhadap lingkungannya. Proses ini dapat menyebabkan penambahan ciri-ciri baru ataupun kehilangan ciri-ciri leluhur.
1.  Adaptasi Lingkungan
Lingkungan selalu berubah dari waktu ke waktu, perubahan lingkungan mendorong makhluk hidup yang tinggal di dalam lingkungan tersebut melakukan adaptasi atau penyesuaian diri. Adaptasi dilakukan makhluk hidup dengan tujuan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Apabila gagal beradaptasi maka makhluk hidup tersebut akan punah. Makhluk hidup adaptif merupakan makhluk hidup yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya.

Misalnya perubahan populasi kupu-kupu. Diduga hal ini terjadi karena sebelum revolusi industry lingkungan masih cerah sehingga kupu-kupu bersayap cerah lebih adaptif dari pada kupu-kupu bersayap gelap.

Sebaliknya setelah revolusi industry lingkungan lebih gelap oleh jelaga atau polusi. Sehingga kupu-kupu bersayap gelap lebih adaptif dengan lingkungannya, sedangkan kupu-kupu bersayap cerah tidak adaptif akibatnya mudah ditangkap oleh predator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adaptasi terhadap lingkungan merupakan salah satu mekanisme seleksi alam.

2.Adaptasi Pada Tumbuhan
Adaptasi tumbuhan misalnya kaktus yang hidup pada kondisi panas terik di gurun memiliki lapisan lilin yang tebal, daun-daunnya mengalami modifikasi menjadi duri atau daun-daun kecil untuk mengurangi penguapan air. Batang tumbuhan kaktus mampu menyimpan air dan memiliki klorofil untuk fotosintesis. Akar tumbuhan kaktus tersebar meluas di bawah permukaan tanah untuk mempermudah penyerapan air.

Kedua contoh di atas menunjukkan bahwa alam ( lingkungan ) menyeleksi makhluk hidup di dalamnya. Seleksi alam memperlihatkan hanya makhluk hidup yang adaptif dengan lingkungannya yang dapat bertahan hidup.

Seleksi alam akan menguntungkan spesies makhluk hidup yang memiliki banyak variasi (genetik) pada tiap generasi, faktor-faktor lingkungan akan menyeleksi variasi tertentu. Misalnya kasu adanya dua warna pada biston lebih menguntungkan kupu-kupu tersebut dibandingkan apabila biston tidak memiliki variasi warna sayap.

Contoh Hewan yang Mengalami Evolusi Akibat Seleksi Alam dan Adaptasi


a.   Burung puyuh liar semakin punah

b.  Punahnya dinosaurus kurang lebih 65 juta tahun yang lalu secara bersamaan

c.  burung Finch di Kepulauan Galapagos

d.  Kupu-kupu biston di Amerika Serikat

e.  Kura-kura di Kepulauan Galapagos

f.  Leher panjang jerapah

Pada teori evolusi Darwin, terlihat jelas bahwa adanya variasi organisme terjadi dengan sendirinya (dari dulu memang sudah ada jerapah leher panjang dan pendek) yang kemudian diseleksi oleh alam. Sementara menurut Lamarck, variasi ini terjadi sebagai akibat dari perubahan lingkungannya. Bagaimana si organisme berusaha beradaptasi terhadap lingkungannya.


Sumber :
Dahler, Franz. Julius Chandra. 1971. Asal dan Tujuan Manusia. Yogyakarta: Yayasan Kanisius
Doddy AB, Muhammad. 2013. Menguasai IPS :Sistem Kebut Semalam Edisi 6 Revisi.
Jakarta: Pustaka Gema Media.

Gunawan, Febry Indra. 2017. Teori dan Bukti Evolusi. https://www.qureta.com/post/teori- dan-bukti-evolusi. Diakses pada 22 April 2019 pukul 18.46
        https://blog.ruangguru.com/perbedaan-teori-evolusi-darwin-dan-lamarck. Diakses pada 22 April 2019 pukul 18.53
        https://www.padamu.net/pembagian-wilayah-iklim-di-dunia diakses pada 19 April 2019 pukul 19.41


Comments

Popular posts from this blog

Earth and Its Chemicals

MAKALAH MATEMATIKA & ILMU ALAMIAH DASAR Dosen : Nita Sri Handayani 1PA21 Nama Kelompok ; 1.       Fatin Nabilah 2.       Mark Kevin Joshua 3.       Nathalia W. Purba              (15518225) 4.       Priskila Theresia 5.       Wilhelmina Cesilia Dura UNIVERSITAS GUNADARMA 2018/2019 A.     KIMIA DAN FISIKA 1.       Pengertian, Sifat Materi, Perubahan Materi dan Klasifikasi Materi Pengertian Materi Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Semua benda yang kita temui tersusun oleh materi. Makin besar massa suatu benda, makin banyak materinya dan sebaliknya. Massa adalah jumlah zat atau materi yang terkandung dalam suatu benda. Suatu materi apapun bentuknya ada 3 wujud, yaitu padat, cair,...

Relation to Function

MAKALAH MATE MA TIKA & ILMU ALAMIAH DASAR Dosen : Nita Sri Handayani 1PA21 Nama Anggota Kelompok : 1.       Fatin Nabilah (12518598) 2.       Mark Kevin Joshua (13518997) 3.       Nathalia W. Purba   (15518225) 4.       Priskila Theresia Novianty (15518604) 5.       Wilhelmina Cesilia Dura (17518343) UNIVERSITAS GUNADARMA 2018/2019 DAFTAR ISI A. Relasi 1. Pengertian Relasi .................................................................................................................2 2. C ontoh dari P roduk C artesius & R elasi ..................................... ..........................................2 3. Sifat-sifat Relasi ..................................................................................................................3 4. Pengertian dari P artisi .....................