MAKALAH
MATEMATIKA & ILMU ALAMIAH DASAR
Dosen
: Nita Sri Handayani
1PA21
Nama
Anggota Kelompok :
1. Fatin
Nabilah (12518598)
2. Mark
Kevin Joshua (13518997)
3. Nathalia
W. Purba (15518225)
4. Priskila
Theresia Novianty
(15518604)
5. Wilhelmina
Cesilia Dura (17518343)
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018/2019
A.
PENDAHULUAN
1.
Pengertian
Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu
Alamiah Dasar jika dipenggal berasal dari tiga suku kata. Ilmu artinya ilmu pengetahuan. Alamiah
artinya terjadi dengan sendirinya dan, dasar
artinya permulaan suatu bentuk. Istilah ini
berasal dari Eropa daratan
(Belanda,Jerman,Inggris,dan Amerika).
Yang mana istilah ini masuk ke Indonesia pada zaman yang berbeda-beda.
Ilmu alamiah dasar adalah merupakan
kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu
pengetahuan alam dan teknologi dalam manusia. Ilmu alamiah atau biasa disebut dengan
ilmu pengetahuan (natural science)
merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala
dalam alam semesta termasuk dimuka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan
prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji
konsep dan prinsip
dasar yang esensial saja.
2.
Mitos Penalaran dan Cara
Memperoleh Pengetahuan
a. Perbedaan Mitos, Legenda & Cerita Rakyat
·
Mitos
Mitos atau mite adalah cerita prosa
rakyat yang menceritakan kisah berlatar era lampau, punya kandungan penafsiran
mengenai alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, dan juga dianggap
sangat berjalan oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Pada umumnya mitos
menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, wujud
topografi, kisah para makhluk supranatural dan
lain sebagainya. Mitos timbul sebagai catatan peristiwa-peristiwa yang sangat dilebih-lebihkan,
sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam atau termasuk sebagai
suatu penjelasan mengenai ritual.
·
Legenda
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap
oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh
karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk
history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut
telah mengalami distorsi
sehingga
sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda
hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda
harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung
sifat-sifat folklore.
·
Cerita Rakyat
Cerita
rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam
masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas disetiap bangsa yang
mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam yang mencakup kekayaan budaya dan
sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Pada umumnya cerita rakyat ini
mengisahkan mengenai suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu
tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan
dalam bentuk binatang, manusia dan dewa.
b. Contoh Mitos, Legenda & Cerita
Rakyat
·
Contoh Mitos
Dahulu
kala, seorang ibu selalu memperingatkan anak gadisnya jikalau menyapu lantai tidak bersih, maka
akan mendapat suami yang brewokan atau
tidak bersih juga
·
Contoh Legenda
- Legenda
Danau Kembar - Sumatera
Barat
- Legenda Tangkuban Perahu - Jawa Barat
- Legenda Danau Toba – Sumatera Utara
·
Contoh
Cerita Rakyat
-
Cerita Malin
Kundang
-
Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih
c.
Mengapa
Manusia Begitu Mudah Menerima Mitos
Menurut
kelompok kami, mengapa manusia
zaman dahulu mudah percaya pada mitos , hal itu dikarenakan
zaman dahulu belum terdapat ilmu pengetahuan yang cukup untuk menafsirkan kejadian-kejadian tersebut sesuai penjelasan
yang lebih ilmiah dan juga masyarakat
lebih mengutamakan
ajaran nenek moyang.
3.
Metode Ilmiah
Cara memperoleh
pengetahuan ada 2 cara : Ilmiah dan Non-ilmiah
·
Ilmiah
Pengetahuan
Ilmiah adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan dengan mengolah atau memikirkan
realita yang berasal dari luar diri manusia secara ilmiah,yakni dengan
menerapkan metode ilmiah.
·
Non-Ilmiah
Pengetauan Non-Ilmiah adalah hasil serapan indra atau intuisi terhadap
pengalaman hidup yang diperoleh dari keadaan lingkugan sekitar yang tidak perlu
dan tidak mungkin diuji kebenarannya ataupun dikembangkan menjadi pengetahuan
ilmiah.
B. RUANG LINGKUP ILMU
PENGETAHUAN ALAM
1.
Pengertian Tentang Alam Semesta (Makrokosmos dan Mikrokosmos)
· Makrokosmos
Makrokosmos adalah benda-benda yang ukurannya sangat besar, misalnya
bintang, planet, galaksi. Namun para ahli astronomi menggunakan istilah alam
semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada
didalamnya. Alam semesta atau universum
dalam terminologi ilmu astronomi adalah ruang angkasa dengan segala zat dan
energi yang ada didalamnya
· Mikrokosmos
Mikrokosmos adalah benda-benda yang
mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan
sebagainya.
2.
Teori Tentang Terjadinya Alam Semesta
· Teori Big Bang
Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar (The
Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta
(dikenal juga dengan Teori Ledakan
Dahsyat atau Model Ledakan
Dahsyat). Berdasarkan permodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya
dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang secara terus menerus hingga
hari ini. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009,
keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian
selalu menjadi Referensi sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini telah memberikan penjelasan paling
komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan.
· Teori Debu
Alam semesta (disebut pula jagat raya
atau universal) merupakan
istilah yang digunakan untuk menjelaskan seluruh ruang waktu kontinu tempat
kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya pada pertengahan pertama abad
ke-20. Usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini pada
skala terbesar yang memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.
3. Anggota Sistem Tata Surya
Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri
atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet
kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi[b], dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar
bagian yang terluar. Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata
Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008,
ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres,
berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai
planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris
(10.100 juta km). Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil
itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar
dikelilingi oleh cincin
planet yang terdiri dari
debu dan partikel lain.
· Bintang : Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang
semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan
cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang
menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar
angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).
· Matahari
: Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet.[12][13] Diameternya sekitar 1.392.684 km,[5] kira-kira 109 kali diameter Bumi,
dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi)
mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya.
· Planet
: Bagian tata surya
selanjutnya adalah planet. Planet mempunyai sifat yang berbeda dari bintang.
Planet termasuk benda langit yang tidak mampu memancarkan cahaya sendiri.
Melainkan ia harus menyerap atau memantulkan cahaya dari matahari. Dan
berdasarkan dari IAU, planet merupakan suatu benda langit yang memiliki orbit
mengelilingi matahari.
· Asteroid
: Asteroid merupakan suatu benda astronomi yang memiliki bentuknya berwujud
pecahan kecil lalu melakukan peredaran pada lintasan yang letaknya berada di
antara orbit dari planet mars dan juga yupiter. Proses membentuk asteroid ini
dilakukan secara bersamaan dengan proses membentuk planet serta susunannya.
· Komet
: Komet juga biasa dikenal dengan sebutan bintang berekor. Ia termasuk bagian
dari benda langit yang memiliki ukuran sangat kecil. Komet tersebut tersusun
atas material yang terdiri dari berbagai partikel batuan, Kristal, gas, dan es.
Biasanya, komet tampak seperti benda langit yang memantulkan cahaya dan
memiliki bentuk memanjang serupa dengan ekor. Inilah yang menjadikan komet
biasa dikenal dengan bintang berekor.
· Meteor
: Meteor atau meteroid
merupakan salah satu benda langit yang melakukan pergerakan secara cepat serta
memiliki lintasan yang tidak beraturan. Mungkin Anda sudah pernah mendengar
yang namanya bintang jatuh, itulah yang disebut dengan meteor dan ini bisa
dilihat oleh manusia. Sesungguhnya, saat mereka mengira melihat bintang jatuh
yang sebenarnya terjadi adalah meteor yang tengah bergerak secara bebas di
tataran tata surya kemudian tertarik oleh gravitasi bumi.
4.
Bumi
sebagai bagian dari tata surya.
Bumi adalah planet
ketiga dari Matahari
yang merupakan planet terpadat
dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya.
Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian
Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia
atau Planet Biru.[23]
Bumi
terbentuk sekitar 4,54 miliar
tahun yang lalu, dan kehidupan sudah muncul di
permukaannya paling tidak sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.[24] Biosfer
Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer
dan kondisi fisik
dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme
serta pembentukan lapisan ozon,
yang bersama medan
magnet Bumi menghalangi radiasi surya
berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak
dengan aman di daratan. Sifat fisik, sejarah
geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus
bertahan.
Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi
selama jutaan tahun. Lebih
dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air,[26]
dan sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan
sumber air lainnya yang bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer. Kutub
Bumi sebagian besarnya tertutup es; es padat di Antartika dan es laut di
paket
es kutub. Interior Bumi
masih tetap aktif, dengan inti dalam
terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar
berupa fluida
yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bagian mantel.
Bumi
berinteraksi secara gravitasi
dengan objek lainnya di luar angkasa, terutama Matahari dan Bulan.
Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi berputar pada sumbunya
sebanyak 366,26 kali, yang menciptakan 365,26 hari matahari
atau satu tahun
sideris. Perputaran Bumi pada sumbunya miring
23,4° dari serenjang bidang
orbit, yang menyebabkan perbedaan musim di permukaan Bumi
dengan periode satu tahun tropis
(365,24 hari matahari).[27]
Bulan adalah satu-satunya satelit alami
Bumi, yang mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi
gravitasi antara Bulan dengan Bumi merangsang terjadinya pasang
laut,
menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi.
Bumi
adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk
hidup, termasuk manusia.[28]
Sumber daya mineral
Bumi dan produk-produk biosfer
lainnya bersumbangsih terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi
manusia global.[29]
Wilayah Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan menjadi 200 negara
berdaulat, yang saling berinteraksi satu sama lain melalui
diplomasi, pelancongan, perdagangan, dan aksi militer.
5.
Lapisan-lapisan
Bumi!
a.
Kerak
Bumi (Crush)
Tebal
70 km dan terdiri dari batu-batuan basa dan
masam. Suhu dibagian bawah kerak bumi mencapai 1100oc. lapisan kerak
bumi dan bagian dibawahnya hingga kedalaman 100km dinamakan litosfer.
b.
Selimut/selubung
(Mantle)
Lapisan
yang terletak dibawah lapisan
kerak bumi.tebalnya mencapai 2900km dan lapisan batuna padat. Suhunya 3000oc.
c. Inti Bumi (Core)
Terdiri
dari material cair. Penyusun logam besi 90%, nikel 8%. Kedalaman 2900-5200km
dibdakan menjadi inti luar (tebal 2000km dan terdiri atas besi cair suhunya
2200oc) dan inti dalam (pusat bumi bentuk bola diameter 2700km. yang
teriri dari nikel dan besi suhu mencapai 4500oC
6.
Teori
Tentang
Terjadinya
Planet
1. Teori Nebula
Teori
ini berpendapat bahwa sistem tata surya terbentuk dari kabut tipis yang sangat
luas. Pada awalnya tata surya terbentuk masa gas raksasa yang bercahaya
berputar-putar. Perputaran ini makin lama makin cepat, akhirnya materi yang
berputar pada lingkaran itu terlempar keluar, mendingin, mengecil, dan
membentuk bulatan menjadi planet-planet
2. Teori Planetisimal
Menurut
teori ini, proses pembentukan tata surya dimulai ketika sebuah bintang
melintasi ruanng angkasa sangat cepat dan dekat sekali dengan matahari. Planetisimal
adalah suatu benda padat kecil yang mengelilingi suatu inti yang bersifat gas.
3. Teori Pasang
Surut
Planet-planet langsung terebentuk dari massa
gas matahari yang ditarik oleh bintang yang lewat nyaris bersinggungan dengan
matahari
4. Teori Bintang
Kembar
Menyatakan
bahwa, matahari pada awalnya berupa bintang kembar yng mengelilingi sebuah
medan gravitasi. Sebuha bintang menabrak bintang kembar lain dan
menghancurkannya menjadi massa gas yang berputar. Oleh karena terus berputar,
gas ini menjadi dingin dan terbentuklah planet.
5. Teori Awan
Debu
Pada
mulanya, matahari dengan piringan debu dan gas disekelilingnya berputar cepat.
Partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat, kemudian menjadi
planet.
6. Hipotesis Kuiper
Bahwa
alam semesta terdiri atas formasi bintang-bintang. Menurut Kuiper, dua pusat
yang memadat berkembang dalam suatu awan dari gas hydrogen. Pusat yang satu
lebih besar daripada pusat yang lainnya, kemudian memadat jadi bintang tunggal,
yaitu matahari
C. KEHIDUPAN DI BUMI
1. Sebutkan macam-macam teori tentang
asal-usul adanya kehidupan dibumi beserta pencetus teori tersebut!
a. Teori
Abiogenesis (Aristoteles)
b. Teori
Biogenesis (Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, Louis Pasteur)
2. Jelaskan perbedaan teori abiogenesis dan
biogenesis
a. Abiogenesis:
Kepercayaan kuno mengenai asal usul kehidupan
b. Biogenesis:
Teori yang diterima saat ini tentang asal usul kehidupan baru
3. Jelaskan kembali berbagai macam pencobaan yang
dilakukan para ilmuwan pencetus teori asal-usul kehidupan dibumi
1. Teori Abiogenesis
Teori ini dikemukakan
oleh Aristoteles berdasarkan pengamatan adanya larva lalat yang muncul secara
tiba-tiba pada daging yang busuk. Aristoteles berkesimpulan bahwa larva lalat
tersebut berasal dari daging yang busuk.
2. Teori Biogenesis
Percobaan Francesco
Redi:
Francesco Redi
melakukan penelitian menggunakan 8 tabung yang dibagi menjadi 2 bagian. Empat
tabung masing-masing diisi dengan daging ular, ikan, roti dicampur susu, dan
daging. Keempat tabung dibiarkan terbuka. Empat tabung yang lain diperlakukan
sama dengan 4 tabung pertama, tetapi tabung ditutup rapat. Setelah beberapa
hari pada tabung yang terbuka terdapat larva yang akan menjadi lalat.
Berdasarkan hasil percobaannya, Redi menyimpulkan bahwa ulat bukan berasal dari
daging, tetapi berasal dari telur lalat yang terdapat dalam daging dan menetas
menjadi larva. Penelitian ini ditentang oleh penganut teori Abiogenesis karena
pada tabung yang tertutup rapat, udara dan zat hidup tidak dapat masuk sehingga
tidak memungkinkan untuk adanya suatu kehidupan. Bantahan itu mendapat
tanggapan dari Redi. Redi melakukan percobaan yang sama, namun tutup diganti
dengan kain kasa sehingga udara dapat masuk dan ternyata dalam daging tidak
terdapat larva.
sumber :

Comments
Post a Comment