MANUSIA DAN KEINDAHAN
Disusun Oleh :
Fatin Nabilah (12518598)
Mata Kuliah :
Ilmu Budaya Dasar
1. Hubungan Manusia dan Keindahan
Hubungan manusia dan keindahan adalah karena manusia
memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut
dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri
(rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah
(nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu
yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki
keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri)
dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi
komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu
penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan
salah satu indikator dari keindahan.
Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan
keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan
sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang
manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.
a. Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata “Indah”, adalah sifat
dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya atau merasakannya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang
enak dipandang, cantik, bagus, benar atau elok.
Keindahan dalam arti
luas, menurut Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan
juga menyenangkan, tetapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan
dalam arti estetik disebutnya“Syimmetria”, yang artinya adalah
keindahan berdasarkan pengelihatan. Jadi pengertian keindahan yang
seluas-luasnya dapat meliputi Keindahan Seni, Keindahan Alam, Keindahan Moral,
Keindahan Intelektual.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar
Estetik (Filsafat Keindahan)”, dalam bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan
dengan kata “Beautiful”, bahasa Perancis “Beau” , Italia dan Spanyol “Bello” ,
kata-kata itu ber asal dar i bahasa Latin “Bellum” , akar katanya adalah
“Bonum” yang berarti kebaikan. Membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas
abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Keindahan dalam suatu
kualitas yang abstrak adalah keindahan
b. Pemgertian Renungan
Renungan berasal dari kata renung, artinya diam-diam
memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Namun secara
definisi renungan adalah proses memikirkan sesuatu dalam keadaan diam dan
dalam-dalam. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara
lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
§ Teori Pengungkapan Dalil
dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah
suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling
terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang
telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
§ Teori Metafisik Merupakan
salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya
tulisnya sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dan teori seni.
Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi
praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam,
yakni memahami ide-ide dibaliknya.
§ Teori Psikologis salah
satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller
(1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan
yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya
kelebihan energi yang harus dikeluarkan.
c. Pengertian Keserasian
Keserasian yaitu perpaduan antara dua objek entah itu benda
ataupun makhluk hidup yang berbeda namun berjalan dan bergerak ataupun terlihat
sangat indah sehingga banyak mata yang ingin melihat,karena perbedaan nya yang
mebuat objek tersebut menjadi Indah.Apabila di pisahkan maka tidak akan terlihat
indah. Teori ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
- Teori Objektif mengatakan bahwa keindahan adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam suatu bentuk nyata, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pendukung teori objektif ini adalah Plato dan Hegel.
- Teori Subjektif mengatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati keindahan tersebut. Pendukung teori ini adalah Henry Home dan Earlof Shaffesburry.
b. Teori Perimbangan
Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjektif sifatnya dan berpendapat bahwa sesungguhnya keindahan tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, dan pelimpahan.
2. Hubungan Manusia dan Cinta Kasih
Dalam diri manusia pasti lah terdapat perasaan cinta dan kasih atau kasih sayang entah itu untuk Sang Pencipta, orang tua, saudara serta sahabat. Manusia akan sulit menjalani kehidupan tanpa diberi cinta dan kasih atau memberi cinta dan kasih pada orang lain oleh karena itu manusia dan cinta kasih sangat sulit untuk dipisahkan karena ada keterikatan antara manusia dan cinta kasih. Dengan menerapkan cinta kasih dalam sehari-hari kita dapat merasakan kebahagiaan yang sangat indah, tenang, dan nyaman.
§ a. Pengertian Cinta Kasih
Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasihan dan pengabdian.
Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan. Apabila dirumuskan secara sederhana, cinta kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan.
b. Pengertian Kasih Sayang
Kasih sayang adalah suatu sikap saling menghormati
dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik mahluk hidup maupun benda mati seperti
menyayangi diri sendiri sendiri berlandaskan hati nurani yang luhur. Kita
sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya untuk terus memupuk rasa kasih
sayang terhadap orang lain tanpa membedakan saudara , suku, ras, golongan,
warna kulit, kedudukan sosial, jenis kelamin, dan tua atau muda.
c. Pengertian Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau
karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat
atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi
nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang
dilandasi rasa cinta dan kasih.
d. Pengertian Belas Kasih
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas
emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai
bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar
dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan
kepribadian.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah
orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.
Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang
itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Sumber-sumber :
Sumber-sumber :
https://nitadias.wordpress.com/2014/11/18/pengertian-cinta-kasih/
http://masrezaa.blogspot.com/2015/05/arti-keindahan-secara-luas.html



Comments
Post a Comment